My Other Blog

Showing posts with label Planet dan Bintang. Show all posts
Showing posts with label Planet dan Bintang. Show all posts

Monday, 27 April 2015

7 Gambar Menakjubkan Bumi dari Angkasa Luar

Dari Luar Angkasa, Bumi terlihat seperti kelereng berwarna biru yang berotasi (berputar menurut porosnya) melawan arah jarum jam.Saat ini, berkat kemajuan teknologi, telah terkuak rupa lain atau gambar lain dari planet Bumi.
Beberapa wahana antariksa mengabadikan (memotret) permukaan Bumi lebih detil, termasuk WorldView-2 dan WorldView-3 milik DigitalGlobe.

Satelit-satelit tersebut memiliki resolusi yang cukup tajam, sampai-sampai pemerintah AS melarang sejumlah gambar yang dihasilkan dipublikasikan secara umum.

Setiap Bulan Desember, DigitalGlobe mengadakan jajak pendapat mengenai gambar-gambar yang dihasilkan di situs jejaring sosial seperti Facebook untuk memilih citra satelit faforit. Berikut beberapa gambar yang saya kutip sebagian dari News.com.

1. Meletusnya Gunung Sinabung, Sumatera Utara, Indonesia


Gambar di atas merupakan gambar letusan gunung Sinabung di Sumatera Utara, Indonesia. Muntahan abunya mengubur tanah persawahan di kaki gunung dan mengusir warga dari rumahnya.

Tak hanya membuat pemandangan di sekitar menjadi kelabu, Gunung Sinabung juga merenggut nyawa. diantaranya 14 orang ditemukan tewas terkena awan panas.

2. Bentrok di Ukraina


Bentrok antara pendemo anti pemerintah dan pasukan huru-hara mengubah lapangan kebebasan "Maidan" di jantung Kiev, Ukraina menjadi zona tempur.

Gambar ini diambil ratusan kilometer dari permukaan bumi. Kericuhan tersebut terlihat seperti abstrak, mirip seperti yg ada dalam game komputer SimCity.

3. Kebakaran Hutan di California, Amerika Serikat


Kebakaran di California, Amerika Serikat mengakibatkan aktivitas kuliah di California State University Terpaksa dihentikan karena kobaran api dan asap tebal mulai merabat menuju kesana.

4. Asap dari Cerobong Raksasa


Satelit ini berhasil mengabadikan asap tebal yg keluar dari cerobong raksasa pembangkit listrik tenaga batu bara. Bercampur dengan polutan lain, polusi dapat mengganggu pernafasan warga di beberapa kota besar di Tiongkok dan dapat memicu terjadinya "Airpocalypse"

5. Konser Band Metallica


Gambar di atas juga gambar yang berhasil satelit abadikan lewat luar angkasa. gambar tersebut adalah gambar saat Konser Besar Arcade Band atau Metallica.

6. Tambang Diavik di Kanada


Tambang Diavik yg berada di wilayah terpencil di Northwest Territories, Kanada memproduksi berlian dan dijadikan perhiasan-perhiasan mewah yg dipasarkan ke seluruh dunia.

Pada bulan November Tahun 2014, Perusahaan tambang raksasa Rio Tinto mengekspansi 240 juta dolar Australia di tambang tersebut.

7. Eksodus


Gambar yang terakhir adalah saat momentum eksodus besar-besaran warga kota Sinjar, Irak. Dimana pengungsi Yazidi melintasi gunung yang curam untuk menghindari pembantaian yang dilakukan oleh Militan ISIS.

Monday, 20 April 2015

Tata Surya


Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.
Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi[b], dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km).
Sejak pertengahan 2008, ada lima obyek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus.
Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami, yang biasa disebut dengan “bulan” sesuai dengan Bulan atau satelit alami Bumi. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.
Menurut sumber lain tata surya adalah:
Sebuah tata surya terdiri dari satu Matahari dan semua benda angkasa yang beredar mengelilinginya. Matahari adalah bintang yang menghasilkan cahayanya sendiri. Benda yang mengedari bintang dinamakan planet.
Sebagian besar planet memiliki satelit (bulan) yang berjalan mengelilinginya. Dalam tata surya kita semuanya terdapat sembilan planet yang mengedari matahari.
Sebuah planet dapat dibagi menjadi dua kelompok: planet besar serta planet kecil. Merkurius, Venus, Bumi dan mars membentuk kelompok empat planet yang kecildan sejenis bumi. Keempat planet ini terdiri dari materi yang kerapatan rata-ratanya empat atau lima kali kerapatan air.
Yupiter, Saturnus dan Neptunus jauh lebih besar daripada planet-planet sejenis Bumi. Jari-jari Yupiter lebih dari sebelas kali jari-jari Bumi, dan volumenya kira-kira 1320 kali lebih besar. Saturnus mempunyai jari-jari 60400 km; ini hampir 10 kali jari-jari Bumi.
Yupiter serta Saturnus mempunyai banyak satelit. Uranus mempunyai jari-jari yang panjangnya 23700 km, sedangkan Neptunus mempunyai jati-jari 22300 km. Pluto mempunyai jari-jari 3200 km; ini berarti bahwa Pluto lebih kecil dari Mars.

Saturday, 11 April 2015

Diam-diam Indonesia pernah meneliti matahari dan sukses!


Boleh jadi Amerika bangga mempunyai NASA yang di pertengahan Maret lalu mengirimkan pesawat tanpa awak untuk meneliti matahari. Wajar, jika negara adidaya itu melakukan penelitian luar angkasa yang terbilang ekstrem. Bagaimana dengan Indonesia? Tidak banyak orang yang tahu jika ternyata Indonesia juga pernah meneliti hal yang serupa.
Ya, harus kita akui tingkat penelitian yang dilakukan NASA sudah barang tentu berbeda dengan Indonesia. Jika NASA meneliti hubungan magnit antara Bumi dan Matahari lebih jauh lagi, Indonesiamelalui LAPANbaru sekadar untuk keperluan prediksi cuaca antariksa.
Hal itu dijelaskan oleh Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN, Clara Yono Yatini. Menurutnya, penelitian yang pernah dilakukan ini merupakan riset yang terkait dengan cuaca antariksa. Melakukan penelitian tentang matahari dan melihat bagaimana pengaruhnya terhadap bumi dan lingkungan antariksanya.
"Pengaruh terhadap bumi misalnya untuk komunikasi radio dan komunikasi satelit, terhadap medan magnet bumi. Dan bagaimana lingkungan antariksa dipengaruhi oleh matahari dan kemudian mempengaruhi bumi," ujarnya saat dihubungi Merdeka.com, (11/04).
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa penelitian yang telah dilakukan lembaganya sudah mampu memperkirakan bagaimana kondisi cuaca antariksa. "Kami sudah bisa memperkirakan kondisi cuaca antariksa dalam 24 jam ke depan. Baik itu aktivitas matahari, pengaruhnya terhadap geomagnet, dan juga pengaruhnya terhadap ionosfer dan komunikasi radio dan juga komunikasi dengan satelit," jelasnya.
Penelitian ini, kata dia, dilakukan bersama mitra internasional yang notabene adalah institusi-institusi dari luar negeri. "Kami bekerjasama dengan mitra internasional dalam beberapa penelitian lainnya juga," tutupnya.

sumber: disini

iklan

 

Copyright © Your Knowledge Warehouse. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com