My Other Blog

Showing posts with label Cerpen Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Cerpen Motivasi. Show all posts

Monday, 20 April 2015

Aku Cinta Kamu, Kamu Cinta Dia

aku cinta kamu

Fajar menyingsing di ufuk timur. Kicauan burung menemani pagi yang damai. Semilir angin sejuk menerpa kulit halus Reika. Gadis berdarah Jepang ini, senang sekali menikmati hembusan angin di pagi hari.

" Rei. " seorang laki laki tampan menghampiri Reika yang sedang meresapi sejuknya udara pagi. " Eh Dika. Ada apa nih, kok tumben kesini? " tanya Rei dengan perasaan sedikit gugup. Karna laki-laki yang disukai Reika, saat ini sedang berada dihadapannya. " Hmm jadi gini, kamu mau bantu aku gak? Please.. " tanya Dika dengan nada memohon. Tentu saja Reika tak dapat menolak permintaan orang yang disukainya. " Selagi aku bisa, aku pasti mau bantu kok. " jawab Rei dengan ramah. " Jadi gini, sebenarnya aku ..." Dika tampak ragu untuk melanjutkan kata-katanya. " Aku apa Dik? Kok kamu ragu buat ngomong? " tanya Rei yang mulai penasaran dengan tingkah aneh Dika. " Hmm mau gak besok kamu nemenin aku jogging ? "" Oh iya, mau banget dong. " Rei langsung menjawab ajakan Dika dengan spontan. " Makasih banyak, tolong kamu ajak Intan juga ya. " pinta Dika. " Iya sama-sama, oke Dik. " kata Rei sambil tersenyum manis. " Ok, besok jam tujuh pagi, aku kerumah kamu. Uhm.. aku pergi dulu ya, bye bye. " Dika lekas berlari meninggalkan Reika sambil melambaikan tangan. " Iyaa, bye bye Dika.. " sahut Rei sembari membalas lambaian tangan Dika. Rei merasa ada yang ganjal dengan tingkah Dika. Tidak biasanya dia mengajak jogging. Tapi Rei tetap merasa senang, karna dia bisa jogging bersama orang yang disukainya. Ketika teringat akan permintaan Dika, Rei lekas mengirimkan pesan singkat kepada Intan._______________________________________To: IntanSelamat Pagiii.. ^^besok jogging bareng yuk, yg ngajak Dika lohh..aku tunggu dirumah jam 06:30 yaa..Thanks._______________________________________Tak perlu menunggu waktu lama. Pesan darinya langsung dibalas oleh Intan. Rei pun segera membukanya.____________________________From : IntanPagi...Ok Rei, aku usahain tepat waktu ya ____________________________ Reika senang karna Intan bersedia untuk diajak jogging bersama Dika. Dengan perasaan berbunga-bunga, Rei kembali masuk kerumahnya. Ia tak sabar untuk bisa jogging bersama Dika.‘ Ah apa-apaan ini, seiring berjalannya waktu, perasaanku ke Dika semakin besar saja. Mungkin dalam waktu dekat ini, aku harus segera mengutarakannya. ’ fikir Rei dalam benaknya. Hari berlalu dengan cepat. Waktu yang ditunggu-tunggu oleh Rei, akhirnya datang juga. Walau sekedar jogging bareng, Reika benar-benar memperhatikan penampilannya di pagi ini. Tepat pukul 06:28, Intan tiba dirumah Rei." Hai Rei, aku gak telat kan? Hah hah hah.. " tanya Intan dengan nafas yang terengah-engah. " Gak kok, kamu malah kecepetan dua menit. Padahal joggingnya kan jam tujuh, tapi kok kamu dah ngos-ngosan dulu sih? " tanya Rei sedikit mengejek " Ah kamu ini, aku barusan dikejar-kejar anjing tau " jawab Intan dengan nada kesal. " Oh gitu ya, hahahaha. " Disaat Reika sedang asik tertawa, tibalah Dika dirumahnya. " Hai Intan. Hai Rei. Aku gak telat kan? " tanya Dika sambil memperhatikan keduanya. " Gak kok Dik. " jawab Intan sambil tersenyum, " Rei, berhenti ketawanya. Dika udah dateng nih." kata Intan sambil menepuk pundak Reika. " Eh iya maaf. Abisnya kamu lucu banget sih " kata Rei kepada Intan. " Orang dikejar anjing dibilang lucu. Capek tau " balas Intan agak kesal. " Hush, udah-udah kita langsung jogging aja yuk " ajak Dika. " Yuk " jawab Reika dan Intan secara bersamaan. Mereka bertiga pun lari kecil disekitar taman kota. Canda tawa dan kebahagian benar-benar mereka dapatkan. Khususnya Dika dan Intan, mereka berdua terlihat begitu dekat. Setelah merasa puas berlari-lari kecil selama 1 jam dikawasan taman kota, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang. Karna jalan pulang yang searah, Intan dan Dika memutuskan untuk pulang bersama. Ini merupakan hal yang membuat Dika merasa sangat bahagia. Namun tidak bagi Reika yang menyimpan rasa suka padanya." Duluan ya Rei. " pamit Intan dan Dika serempak. " Iya bye bye. Kapan-kapan kita joging bareng lagi yaa.. " kata Rei sambil melambaikan tangannya. Tiga hari setelah acara joging bareng tersebut. Rei masih saja terbayang-bayang dengan kedekatan Dika dan Intan. Karena terus diliputi rasa penasaran, Reika akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada Intan lewat telepon. Reika : hallo Intan : hallo Rei, ada apa ya? Reika : uhmm jadi gini, kayaknya Dika suka sama kamu lebih dari temen deh. Intan : kamu ngomong apa sih Rei. Aku sama Dika kan cuma temenan, mana mungkin dia suka aku lebih dari temen. Reika : oh gitu. Makasih banyak ya atas waktunya. Intan : iya sama-sama. Reika : bye Intan. Intan : bye Rei. Perasaan Rei menjadi sedikit tenang berkat penjelasan dari Intan. Karena ada dorongan dari hatinya, Reika jadi ingin sekali mengutarakan perasaannya pada Dika secepatnya juga. ‘ Besok aku harus mengutarakannya ’Semalaman suntuk, Rei berusaha untuk membuat kue brownis coklat kesukaan Dika. Hingga akhirnya Reika hanya sempat tidur dua jam. Ke esokan malamnya, tepatnya pukul 19:16, Reika berdandan sangat cantik untuk pergi ke rumah Dika. Tak lupa Reika juga membawa kue brownis yang dibuatnya sendiri untuk Dika. Rei kembali meyakinkan pada dirinya, bahwa malam ini juga ia harus mengutarakan perasaannya pada Dika. Sesampainya didepan rumah Dika, Reika melihat pemandangan yang membuatnya diam terpaku. Terlihat jelas dari balik jendela yang tak tertutupi oleh korden, Dika sedang memeluk erat Intan. Air mata seketika mengalir dari mata Reika. Badan Rei terasa sangat lemas, hingga akhirnya kue brownis yang dipegangnya pun terlepas. Karena tak kuat untuk terus melihatnya, Rei segera beranjak pergi dari rumah Dika dengan berlinangan air mata. Pukul 20:38 dirumah Dika." Maaf Dik, bukannya aku gak mau nerima kamu. Tapi, ada orang lain yang mencintaimu lebih dari siapapun " Intan berusaha menolak Dika dengan halus." Ya sudahlah, aku tidak akan memaksamu. Tapi, siapa yang kamu maksud? " tanya Dika dengan raut wajah serius. " Reika Dik. Tadi sore dia ngomong sama aku, kalo dia itu cinta banget sama kamu. " jawab Intan sambil beranjak keluar dari rumah Dika. " Hah?! Rei? " Dika merasa sangat bersalah atas ketidak pekaannya pada Rei. Intan pergi meninggalkan Dika yang masih diam terpaku ditempat. Delapan menit kemudian, Dika beranjak untuk menutup pintu rumahnya yang terbuka. Namun, betapa terkejutnya Dika saat melihat ada brownis kesukaannya didepan pintu. " Siapa yang menaruhnya? " Dika lekas memungutnya, dan kembali masuk kedalam rumah. Dika membuka kotak brownisnya, dan menemukan selembar kertas. __________________________________________________________________________from: Reika Hay Dik, aku bikin sendiri lohh.. Aku bikin nih brownis semaleman suntuk, cuma demi kamu. Hehehehe... Oh iya, sebenarnya aku udah lama suka kamu. Tapi aku gak berani buat ngungkapin ke kamu. Dan akhirnya, malam ini juga aku beranikan diri buat kerumah kamu. Walau sedikit nervous sihh.. Hehehe.. Brownisnya jangan lupa dimakan yaa... __________________________________________________________________________ Tetes demi tetes air mengalir dari mata Dika, dan membasahi kertas dari Rei. Perasaan bersalah Dika bertambah setelah membaca tulisan dikertas itu. Dika menduga, mungkin Rei melihatnya saat memeluk Intan. Dia tau seperti apa perasaan Rei saat ini. ‘ Aku sudah menyakitinya. Malam ini juga, aku harus kerumah Rei. ’ Dika beranjak keluar dari rumahnya. Namun sayang, hujan ternyata turun dengan deras. Walau begitu, Dika tetap nekad untuk pergi kerumah Reika. ‘ Aku harus meminta maaf pada Rei ’ Tanpa memperdulikan hujan yang semakin deras. Dika terus berlari menuju rumah Rei. Sesampainya dirumah Rei. Ia lekas mengetuk pintunya. " Rei.. Rei.. Ini aku Dika. Rei.. " Dika terus mengetuk pintu rumah Rei. " Kamu percuma Dika, Rei udah pergi satu jam yang lalu " kata Intan sambil menghampiri Dika. " Hah pergi?! Pergi kemana? " " Rei kembali ke negara asalnya, yaitu Jepang. Tadi Rei menitipkan surat ketetangganya surat ini untukmu Dik " kata Intan seraya menyerahkan sepucuk surat kepada Dika. " Iya thanks " Dika membuka surat tersebut dan lekas membacanya. ________________________________________________________________________Untukmu, Dika Setiawan. Maaf aku pergi tanpa pamit sama kamu. Aku memutuskan untuk kembali kerumah orang tuaku dan mungkin aku gak akan ke Indonesia lagi. Aku terpaksa gitu karna aku gak mau ngeganggu hubungan kalian. Memang berat rasanya melihat orang yang dicintai memeluk wanita lain. Tapi, aku gak punya hak buat cemburu. Karna aku cinta kamu, dan kamu cinta dia. Salam manis, Mikoto Reika ^^ ________________________________________________________________________ Air mata Dika kembali mengalir. Rasa bersalah benar-benar dirasakannya. " Rei. Apakah aku terlambat untuk meminta maaf? "

__Tamat__


Karya:
Nama: Karlina Astuti (Nina) alamat: Pemalang, Jateng umur: 13 tahun. Fb: Karlina Astuti II

I Hate You but I Love You



Ini cerita ku, cerita tentangku. Perkenalkan , namaku vika. Aku adalah seorang murid baru, murid yang baru masuk ke SMA maksud aku. Dari sini lah ceritaku dimulai. Aku baru mengenal mereka semua, orang-orang yang belum pernah aku kenal sebelumnya. Mereka sangatlah asyik dan menyenangkan , tak kalah dengan teman-teman ku dari SMP dulu.
Suatu hari aku mengenal seorang cowok, cowok yang sangatlah menyebalkan. Aku sangat-sangat membencinya karna dia selalu menggangguku. Dan parahnya dia sekelas denganku. OMG… kenapa sih dia harus sekelas dengan ku. Haruskah aku bertemu dengannya setiap hari. Itu adalah hal yang sangat menyebalkan dan membosankan bagiku. Entah hal parah apalagi yang akan terjadi padaku setelah ini.
Beberapa hari telah berlalu, aku mulai terbiasa dengan sekolah baru ku. Akupun juga telah terbiasa dengan teman-teman baru ku. Tapi baru saja mengenal mereka aku sudah mendapat konflik, aku mulai tidak menyukai beberapa sifat temanku. Yang tidak aku sukai dari temanku yaitu tidak setia kawan, mereka sering meninggalkanku begitu saja. Mungkin mereka belum terbiasa denganku.
“cie-cie yang ditinggal sama temannya, cie aduh kasihan” kata Riski si cowok menyebalkan itu. Kenapa dia harus ada disini sih. Huh.
“ eh biarin dong. Yang penting gue punya temen dari pada loe gak punya temen. Huek” balas ku dengan nada mengejek.
“gue??? Eh sorry hlo, gue punya banyak temen dong”
“ah, masak sih? Sekarang mana coba temen loe?” hatiku mulai sangat jengkel dengannya.
“nih disini, yang lagi ngomong sama gue”
“ha??? Siapa? Gue??? Kalau gue gak mau???” aku pun langsung pergi tanpa mendengar jawaban darinya.
Keesokan harinya dia mulai berulah lagi. Pada saat jam istirahat, aku yang baru dari kantin sedang melihat dia duduk dibangku ku. Kenapa selalu dia lagi sih, kapan dia berubah baik padaku.
“minggir dong, gue mau duduk disini” kataku dengan nada jutek.
“em… tuh disitu ada kursi kosong” katanya sambil menujuk.
“apaan sih, gue maunya disini”
“maaf, kursinya sudah menempel denganku”
“iya-iya okey, dasar nyebelin. Huh!” gerutuku sambil duduk di kursi lain.
Kenapa sih dia begitu dengan ku, memperlakukan aku beda dengan yang lain. Bisakah dia baik dengan ku? Kapan? Aku menjadi penasaran dengan dia. Aku menjadi ingin mencari tahu tentang dia. Di kelas dia terlihat tidak semngat. Dia selalu terlihat galau. Andai saja aku bisa menghiburnya. Tapi sepertinya tidak bisa, aku sama dia kan seperti anjing dan kucing, gak bisa akur.
Aku ingin mencoba hal baru disekolah baruku. Ingin mencoba lebih aktif disini. Aku mencoba untuk menjadi panitia kemah. Wow, ternyata tidak parah juga. Ini sangat mengasyikan, lebih dari yang ku bayangkan. Ada kesan special pada waktu berkemah. Seperti terjadi sebuah keajaiban. awalnya Aku sangatlah sibuk saat itu, hingga aku tak sempat memikirkan diriku sendiri. Dan akhirnya aku jatuh sakit saat sedang berkemah. Diruangan yang hanya ada aku seorang aku benar-benar merasakan kesepian. Tidak ada Seorang teman yang menjenguk atau menemaniku. Tiba-tiba pintu terbuka, dan ternyata dia, dia orang yang aku benci. Dia datang menemaniku.
“kelihatannya kamu terlalu capek. Ni aku bawain makanan sama minuman. Pasti kamu belum makan dari tadi pagi” katanya sambil datang menghampiriku.
“ouh, emm… makasih. Aku memang belum makan. Kok kamu tau sih??” aku terheran sambil menatap wajahnya.
“iya, kamu terlihat sibuk tadi, liat tuh kamu sampai jatuh sakit begini” kata Riski sambil memberikan makanan yang dibawanya.
“ah, masak sih… eh., kok kamu tau? kamu perhatiin aku ya???” aku semakin penasaran dengan dia.
“emmm, udah ini makan dulu makanannya, biar cepat sembuh”
“oh, emmm, makasih ya…” kataku sambil terus melihat Riski. sifatnya ini benar-benar beda dengan dia yang sebelumnya. Dia sangatlah perhatian dengan ku, lebih perhatiah daripada teman-temanku. Tapi aku bahagia setidaknya masih ada yang perhatian denganku, walaupun itu hanya dia. Dan aku sangat senang sekali karna semenjak itu aku menjadi akrab dengannya. Semenjak itu juga aku mulai mengenal siapa dia sebenarnya, dan semenjak itu sepertinya aku mulai suka dengannya. Huft, tapi sayang… dia sudah punya pacar. Pacarnya sih gak satu kelas dan gak satu sekolah dengan ku, dengan begitu aku bisa bebas dekat dengannya.
Hari demi hari berlalu, dan perasaan ku ini mulai berkembang dengannya. Aku sudah meyakinkan diriku bahwa dia sudah punya yang lain, tapi hatiku tetap saja memilih dia dan menginginkan dia. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta padanya, cintaku padanya adalah cinta yang tulus. Dan aku sudah tidak bisa memendam lagi perassaanku ini. Ingin ku katakana yang sejujurnya dengan dia, apapun yang akan terjadi, aku akan siap menerima resiko itu.
Disaat jam pulang sekolah, seperti biasa aku keluar gerbang bersama dengannya.
“ris” kataku mempersiapkan mental.
“iya vik? Ada apa? Eh pelajaran b.inggris tadi menyenangkan ya. Gurunya itu beda dengan guru SMP” katanya sambil bercerita.
“iya benar.. tapi ris…”
“tapi apa? Matematika tadi? Oh iya,, menyebalkan sekali. Aku bener-bener gak mudeng sama pelajarannya tadi”
“bukan,, bukan itu. Tapi aku mau ngomong sama kamu.”
“eh, mau ngomong apa??”
“em… aku…. Aku… suka sama kamu.”
Deg-deg,Deg-deg. jantungku berdebar dengan kencang. Tiba-tiba suasana menjadi sunyi senyap.
“kamu… kamu beneran suka sama aku vik?”
“iya,, maaf sebelumnya, aku tau kamu sudah punya dia, tapi aku gak bisa nahan perasaanku ini. Menurutmu., kamu sama aku gimana ik?”
Dan sebelum dia menjawab pertanyaanku, aku sudah dijemput. Tanpa mendengar jawaban darinya aku langsung pergi begitu saja. Ah, kenapa jemputannya datang diwaktu yang gak tepat. Padahal aku sudah menyatakan perasaanku itu, dan tinggal mendengar jawaban darinya. Tapi tadi kenapa aku tinggal begitu saja? Uh, sangat menyesal aku meninggalkan dia. Pasti besok aku salting sama dia. Pasti sifatnya bakal berubah deh denganku. Uh.
Keesokan harinya aku berusaha untuk menenangkan diri. Aku takut untuk bertemu dengannya. Ya, apapun yang terjadi aku akan hadapi. Aku berusaha untuk memasuki kelas dengan tenang, dan tiba-tiba disaat aku duduk… “hai vik, tumben agak cepat?” ha??? Dia? Dia menyapaku? Riski menyapaku duluan. Oh senangnya hatiku. Tapi? Kenapa sifat dia tidak berubah dengan ku? Setauku cowok kalau habis mendengar akan seseorang yang suka dengan dia, dia langsung menghidar, apalagi dia.. dia kan sudah punya pacar. Dia aneh. Dia beda dengan yang lain…
“hei??? Kok bengong sih vik?? Ada apa??”
“emm… hehe gakpapa og ris J”
Riski,Riski,Riski. Sekarang dipikiran ku hanya ada namamu, dan entah mengapa harus kamu yang aku pilih. Cowok yang jelas-jelas sudah punya pacar. Malam itu dia sms aku. Katanya terimakasih sudah jujur dengan perasaanmu itu. Aku pun juga mendapat jawaban yang kemarin tak sempat ku dengar. Katanya dia juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku, tapi itu perasaan yang belum pasti, karena dia juga sayang sama pacarnya. Agar dia bisa memastikan tentang perasaanya padaku, dia mengatakan ingin TTM-an sama aku, dia ingin menjalin Hubungan Tanpa Status (HTS). Dia ingin melihat, bagaimana perkembangan perasaanya itu padaku saat kita HTS. Karena tekad ku sudah bulat, jalan yang aku tempuh ini jalan untuk menemukan hatimu, apapun rintangannya, hadapi! Tanpa pikir panjang aku langsung menyetujui itu.
Hari berikutnya tanpa teman-temanku tau akan hubunganku dan dia, aku dan dia lebih sering berdua. Gandengan tangan , bercanda bersama, SMS’an sampai malam dengan kata-kata sayang dan smile cium , telepon-teleponan, aku dan dia juga sering mengatakan kata “I Love you”. Itu semua aku jalani dengan sembunyi-sembunyi, tanpa teman-teman ku dan pacarnya tau. Kalau boleh aku mengelak dan meminta, aku juga gak mau mencintai kamu dengan cara menyakitkan seperti ini. Tapi aku capek juga dengan semua ini. Haruskah aku bersembunyi trus menerus? Apalagi temanku satu kelas itu ada yang teman pacarnya Riski. Jadi saat aku sedang terlihat berdua dengan Riski aku selalu merasa was-was jika ada dia.
Kenapa disetiap aku bersamanya, hari terasa cepat berlalu. Rasanya baru kemarin aku masuk sekolah ini, sekarang tak terasa satu semester tlah ku lalui. Dua minggu libur sekolah dua minggu juga aku tak bisa bertemu dia. Rasanya berat karna hari yang kujalani selama ini selalu dengannya kini harus ku jalani sendiri. Beberapa hari liburan aku mendapat kabar dari dia. Katanya dia sudah putus dengan pacarnya. Aku kaget. Aku shock. Hati ku campur aduk. Rasanya seneng, sedih, semuanya dan itu menjadi satu. Aku langsung bertanya padanya “kenapa kamu putusin dia? Apa gara-gara aku?”. Dia menjawab “gak, bukan karna kamu. Mungkin ini memang saatnya untuk aku putus sama dia”. Aku lega mendengar pernyataan itu, tapi aku masih bertanya-tanya “lalu bagaimana perasaanmu sama aku? Apakh udah jelas? Apakah udah pasti? “. dia menjawab “belum, aku belum pasti akan perasaanku padamu. Hari senin nanti kita ketemuan, aku mau pastiin tentang perasaanku ini”. Aku selalu menyimpan pesan singkatnya itu. Aku akan menemuinya hari senin nanti. Senin adalah hari penentuanku.
Sebelum hari senin, ada yang aneh dengan dia. Dia mulai berubah dengan cepat padaku. Sebeumnya, malam itu aku dan dia sedang bertelepon. Kita mesra-mesra’an sambil mengucapkan kata I LOVE YOU. Paginya dia langsung berubah. Tanpa alasan yang jelas dia marah denganku. Ada apa sih dengan dia, kenapa dia marah denganku. Dan itu terulang berkali-kali. Aku selalu disia-siakan. Disetiap awal kita sms’an, selalu aku dulu yang memulai, aku duluan yang sms dia. Begitu dengan telepon, aku yang menelepon dia. Yang paling membuat hatiku sakit, saat kita smsan, dia menghentikan sejenak dengan alasan dia ingin makan dulu, aku hanyalah menunggu dan menunggu, dan setelah berjam-jam dia tidak menghubungiku. Apa yang kau harapkan dari cinta yang lebih banyak pengabaian daripada perhatian? Aku lelah dengan semua ini, aku merasa tidak dihargai. Aku telah menunggu lama dia sampai berjam-jam tapi dia tidak merasa itu. Tapi aku tidak bisa apa-apa, aku tidak bisa marah dengannya, aku tau dia orangnya pemarah, aku tak akan memarahinya karna dia pasti akan marah balik. Aku sayang dengannya, sayangku tulus dengannya, bahkan aku rela melakukan apapun semuanya untuk dia. Dear pemberi harapan palsu : masih tegakah kamu membiarkan aku memperjuangkan ‘kita’ seorang diri?
Kalau aku tidak sayang, aku gak mungkin terus memperjuangkan mu hingga lelah letih, agar mampu mengetuk pintu hatimu. Aku terus memperhatikan dia dari jauh walaupun aku tidak bertemu dengannya. Aku membuka semua akun yang dia miliki untuk mengetahui semua tentang dia. Dan apa yang aku temukan? Aku kaget, aku terkejut. Ternyata dia masih sayang pada pacarnya itu. Apa yang dia rasakan tertulis pada akunnya itu. Apa yang telah terjadi, kalau begitu kenapa dia mutusin pacarnya? Apa benar gara-gara aku? Aku tlah merusak hubungannya mereka. Sepertinya dia juga tak bahagia bersama denganku. Mungkin inilah saatnya aku untuk melepaskan dia. Percuma saja hubungan tanpa status ini aku jalani, toh dia juga tetap sama saja, Riski hanya mencintai dia, bukan aku. Aku tidak ingin melanjutkannya lagi. Aku sudah sakit dengan semua hubungan ini. Aku merasa tlah dibohongi. Perjuanganku selama ini untuk dia sia-sia saja. Hari senin itu sebelum dia memberi kepastian akan perasaannya selama ini, aku duluan yang menyelesaikan semua ini.
“ris, aku capek akan semua ini. Aku capek kamu sia-sia’in. aku mau udahin tentang hubungan kita yang gak jelas ini. Aku juga sudah tau, kamu masih sayang dengan mantan mu itu. Aku memang jahat. Merebut mu dari dia, tapi bukan itu maksud aku, aku hanya ingin bersaing dengan sehat untuk mendapatkan kamu. Aku juga gak minta allah buat suka sama kamu ” jelasku panjang lebar
“hlo vik? Kamu tau dari mana semua itu? Maaf ya vik, bukan maksudku untuk nglakuin semua ini sama kamu, tapi aku…”
“tapi kenapa? Udah deh, aku terlalu sakit hati dengan dirimu. Aku gak perlu KATA-KATA CINTA jika GAK TULUS DARI HATI. Makasih atas sakit yang kau beri"
Kenapa dia seperti itu, ternyata dia hanya mempermainkan ku. Mencintai kamu adalah kesalahan terindah dihidup aku. Kenapa? Karna aku mencintai hati yang memiliki dua ruang. Dipanggil sayang tapi tak benar-benar disayangi. Jangan janji jika tak mampu menepati, apalagi kalau urusan hati. Andai saja cintamu sekuat cintaku ‘saling memperjuangkan’, Pasti membahagiakan *andai saja L * . jika kau bahagia bersama dia, aku mencoba mengikhlaskanmu, dan mencoba tersenyum melihat kebahagiaanmu. Mencintai berarti keikhlasan, walau telah disakiti habis-habisan . Ajari aku untuk tetap bisa tersenyum saat hati aku hancur, ajari aku tuk tetap bisa mencintai setelah hati aku disakiti.


dari: Sefsafca Diana Hemas

Tuesday, 10 March 2015

Persahabatan Tiga Remaja



Di sebuah desa terdapat tiga remaja yang bersahabat sejak kecil. Rumah mereka saling berdekatan sehingga sering keluar bersama. Saat di TK mereka berangkat ke sekolah bersama-sama. Bila salah satu belum siap, yang lainnya akan sabar menunggu. Setelah mereka siap, baru berangkat bersama-sama.
Ketiga remaja itu bernama Ali, Dedy, dan Eka. Tetapi Eka lebih tua satu tahun dari Ady dan Dedy. Saat Eka kelas 1 SD, Ady dan Dedy masih di TK. Walaupun berbeda kelas mereka tetap menjaga persahabatan diantara mereka. Setelah pulang sekolahpun mereka tetap bermain besama teman-teman yang lain. Tiga sahabat ini sanat suka bermain sepak bola setiap hari, mereka kumpul di lapangan tepat pukul 03.00 sore.
Bersama teman - teman yang lain mereka mengumpulkan uang untuk membeli bola plastik yang harganya Rp 3.500. Setelah mereka mendapatkan bola, Eka, Adi, dan Dedy mulai bermain dengan semangat hingga menjelang magrib. Mereka pulang ke rumah masing - masing untuk mandi dan mempersiapkanuntuk berangkat ke musholla dekat rumah mereka. Saat azan tiba, mereka berangkat bersama – sama hingga pulangnyapun mereka juga bersama - sama. Sebelum pulang mereka menyempatkan untuk ngobrol sebentar, walaupun mereka masih mempunyai PR.
Hampir setiap hari mereka berkumpul bersama, apalagi saat hari libur. Mereka bisa bermain sampai lupa waktu dan larut malam. Sampai - sampai Dedy dimarahi ibunya. Dedy kena marah gara - gara pulang terlalu malam. Hari demi hari mereka lalui bersama dengan penuh canda dan tawa.
Ketika Eka naik ke SMP, Adi dan Dedy berada di kelas 6 SD. Mulai sejak itu mereka bertiga jarang bermain dan keluar bersama. Eka jadi jarang keluar rumah karena ia mulai serius dengan pelajaranya, tetapi Adi dan Dedy menyadari bagaimana kesibukan yang dialami Eka. Di kelas 6 SD ini, Adi dan Dedy masih bisa bermain bersama, tetapi mereka merasa kurang puas karena tidak hadirnya Eka.
Saat Adi dan Dedy naik ke SMP, mereka pisah sekolah. Sehingga mereka tidak bisa kumpul bersama lagi. Ketiga remaja ini memiliki sekolah yang berbeda, dan mereka sudah tidak bisa bermain bersama lagi karena pulangnya sore hari. Mereka sudah lelah searian sekolah, jadi lebih memilih istirahat di rumah. Tiga sahabat ini menekuni pelajaranya masing – masing. Dengan belajar giat dan rajin mereka berharap mendapat nilai yang terbaik. Jadi mereka tidak memiliki waktu luang sedikitpun untuk bermain bersama. mereka lebih memlih bermain dengan teman – teman di sekolahnya.
DI sekolahnya Dedy mendalami permainan sepak bola, dengan mengikuti sebuah SSB. Sedangkan Adi lebih memilah untuk mengembangkan ilmunya, untuk itu ia mengikuti KIR. Sedangkan Eka yang lebih tua satu tahun dari mereka lebih mereka mengembangkan agamanya, sehingga ia mengikuti BDI. Ia menjadi remaja yang alim, rajin mengaji dan sholat ke masjid. Saat tiga sahabat itu di SMA mereka melanjutkan keahliannya ke ekskul masing – masing. Mereka memilih kegiatan yang tidak jauh beda dari SMP. Sekarang mereka menjdi individu yang lebih dewasa dari sebelumnya, dan tidak memikirkan bermain bersama lagi, Adi lebih memilih bermain computer di rumah.
Saat ini bertepatan dengan hari bulan Ramadan, sehingga mereka dapat berkumpul kembali. Bukan untuk bermain tetapi untuk sholat tarawih bersama. Saat mereka bertemu awalnya terasa canggung karena sudah tidak akrab lagi seperti dulu. Tapi lama – kelamaan mereka kembali akrab seperti dulu, seperti saat mereka bermain bersama.Mereka juga suka tadarus bersama hingga larut malam. Eka mengingatkan Adi dan Dedy untuk menambah amal kebaikan di bulan Ramadan ini, agar mendapat limpahan pahala dari Allah SWT. Jadi sekarang mereka berkumpul lagi bukan untuk bermain, tetapi untuk berbagi ilmu untuk menambah pahala.
Tiga remaja itu juga menjalani puasa dengan kusuk dan sabar. Mnahan lapar dan haus dengan menjalani ibadah yang lain dengan baik. Mereka merasa bahagia karena merasa dirinya diberi rahmat dan rizki yang tiada hentinya dari Allah SWT. Saat idul fitri tiba mereka berangkat untuk solat idul fitri bersama teman – teman yang lain dan takbir dengat penuh semangat. Seusai sholat ied mereka mendengarkan ceramah dari khotib.
Setelah selesai mendengarkan ceramah mereka bertiga keliling desa untuk saling bermaafan. Sebelum itu, mereka bermaafan dengan keluarga masing – masing dan kemudian mereka bertiga bermaafan. Mereka saling memaafkan dan membuang rasa benci yang pernah ada. Ketiga remaja itu berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain, dan banyak mendapat suguhan. Karena mereka sudah dewasa mereka tidak mendapat THR dari tetangga, padahal idul fitri sebelumnya mereka mendapat banyak sekali. Tetapi mereka tetap senang dengan ramadhan kali ini, karena telah membawa persahabatan mereka kembali seperti dulu.

Nasihat Ayah

 
Matahari mulai tenggelam tanda hari sudah malam dan adzan berkumandang. Aku segera menuju ke Masjid, Tapi sebelum ke Masjid aku harus bersiap-siap dahulu sembari menunggu kedua temanku Fara dan Deva. Selang 10 menit teman-temanku datang dan segeralah aku berpamitan pada ayah dan ibu. Langkah demi langkah aku tempuh dengan berjalan kaki menuju Masjid yang lumayan jauh untuk memenuhi panggilan Allah dan sesampainya disana aku segera mengambil air wudhu. Sholat Maghrib berjamaah pun dimulai, aku mengambil barisan paling depan karena ingin mendapatkan banyak pahala
10 menit pun berlalu, sholat para jemaah pun diakhiri dengan salam sebelum pergi aku berdoa kepada Allah “Ya Allah lancarkan lah rezeki hambamu, lindungilah kedua orangtua hamba dan jadikanlah hamba ini orang yang mendapat berkah di jalanmu agar aku selalu bersama-Mu. Amin ya allah,” Doa ku dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Aku dan teman ku pun pulang ke rumah, tapi sebelum aku pulang ibu menyuruhku membeli beberapa teh untuk ayah. Karena akhir-akhir ini ayah sedang kelihatan lelah karena mungkin pekerjaan ayah sebagai seorang kuli bangunan. Setelah membeli beberapa bungkus teh celup aku segera pulang ke rumah, setibanya di rumah aku langsung ganti baju dan belajar.
Ayah pernah berkata pada ku “Adi, ayah ingin bilang sesuatu sama kamu” ucap ayah sambil duduk di kursi yang terbuat dari rotan.
“bilang apa ayah?” tanya ku heran.
“kamu tau ayah ini seorang kuli bangunan, ayah ingin saat kamu saat dewasa nanti bisa lebih baik dari ayah. Dulu masa kecil ayah itu sangat sengsara harus tinggal di rumah yang hampir rubuh, bapak dan ibu ayah harus membanting tulang demi ayah dan adik ayah. Ayah ingin kamu bisa lebih baik dari ayah, nak jadilah apapun yang kamu mau asal kamu menyukainya dan tidak bosan melakukannya” cerita ayah dengan menitihkan air mata.
“apa benar itu?” jawab ku tercengang kaget.
“Benar, nak maka dari itu kamu harus rajin belajar dan berdoa kepada Allah supaya kamu bisa sukses gak hidup sengsara.” jawab ibu sambil membawakan segelas teh hangat.
Dan dari situlah niat ku muncul. Menjadi orang sukses dan membuat ayah serta ibu bangga kepadaku, aku telah belajar dari kesengsaraan dan mendapatkan apa yang aku cari. Aku telah mendapatkan banyak prestasi dari sebuah piala, piagam penghargaan dan lain-lain. Aku sangat bersyukur kepada allah yang telah memberiku ayah seorang kuli bangun dan dari nasihat ayahlah aku bisa menjadi sukses.
Cerpen Karangan: Muhammad Khalif
Facebook: Muhammad Khalif.facebook
Sumber: http://cerpenmu.com/cerpen-islami-religi/nasihat-ayah-3.html

I Need Time Machine

 

“Oh…dear,kenapa masih disini sih?”,tnya mama
“Cuma gugup aja kok mah,mama tau kan aku udah lama gak skul diindonesia”,jawabku bohong
“Benarkah?”,Tnya mama tidk percaya
“arrghh..baiklah aku tau aku gak bisa bohong sama mama”,ucapku kesal
“ahhaha butuh 100 tahun lagi baru kamu bisa berbohong sama mama”,kata mama bngga
“yayaya…aku berangkat okey?”,pamitku dengan suasana hati yg masih buruk.
====
Aku merasa gak sanggup,ohh Xing…kamu harus bisa!!inisemuakan salahmu!!...baiklah aku akan berusaha.
‪#‎School‬
“Hei Xing,gak nyangka kita bakal satu sekolah lagi yah!”,ucap Nc bersemangat
“hehhe yoi,abis gw gak betah sih di Paris”,jawabku
“Oh yah?bukannya lo suka sama cewe2 bule dan rambut yg kemerahan?”,tnya Alex menyelidik
“hah?Sule dong?”,Tanya Val dengan wajah polosnya
“Jiahahhaaha masa sule sih?”,Thom tertawa puas
“seterah kalian semua deh..pokoknya gw kangen kalian!Apa gakboleh?”
“Boleh sih..tapi masa gak ada oleh-oleh sih?”,Tnya Xander kecewa
“Tenang…gw udah siapin kok!Lo semua dateng aja kerumah gw nanti yah”,sedang mengobrol dengan teman-teman semasa kecil ku diIndonesia pandangan terpana pada satu gadis,gadis manis bernama Ayu…
“Heh Xing,Ayu udah punya cowo baru lho!!”,ujar Xander tiba-tiba
“hah?Si..siapa?”,tnyaku kaget,
Apa secepat itu Ayu bisa ngelupain aku?tapi…3 tahun bukanlah waktu yg singkat
“ketua osis,nama nya emm siapa guys?gw lupa..”,jawab Xander sambil berfikir
“pacar Ayu?yang ketua osis dan vokalis band itu?”,Val malah balik nanya
“Iya,”,Balas Xander singkat
“emmm…Andy Joe kalo gak salah”,Jawab Nc yg sedari tadi mencoba mengingat-ingat
“bukannya JJ?!”,ucap Thom bingung
“aha!!Ayu!!!!”,teriak Val pada gadis yg bernama ayu itu dan menoleh pada kami,aku belum siap…
Dia pun mendekat pada kami dan tersenyum manis,senyum yg aku rindukan….
“Ada apa Val?!”,tnya Ayu pelan
“itu kita lagi ngomongin pacar baru lo,trus kita lupa siapa nama cowo lo”,jawab Val dengan tanpa dosa (Astaga Vale kau terlalu polos =.= ^abaikan Author),mendengar ucapan Val Thom menyikut pelan Val
“ohh…”,gumam Ayu,sepertinya dy terkejut val menanyakan hal itu apalagi didepan Xing
“emm..Andy Joe,tapi dipanggil JJ”,Jawab Ayu sangat pelan
“ohh jadi bener Nc nama nya Andy Joe,tapi lo juga bener Thom dipanggil JJ”,kata Val sambil tersenyum puas sambil menatap kami
“kalo udah gak ada lagi gw balik kekelas yah!”,setelah itu Ayu berlalu meninggalkan kami yg hanya bisa diam
“Lo tuh keterlaluan banget si Val!!”,teriak Alex setelah memastikan bahwa Ay gak bis mendengar pembicaraan kami
“Lho?gw kan bantu kalin…dari pda bingung gw Tanya sama orang ny langsung dong?!”,Ucap Val dengan nada tidak bersalah
“Gw ke toilet dulu yah..”,aku pergi namun sebelum jauh aku mendengar sedikit pembicaraan teman2ku
“gw rasa Xing masih suka tuh sama Ayu”
“iy,gw rasa juga begitu…” (part 1)
‪#‎Toilet‬
Aku membasuh pelan wajah ku,ku melihat diri dicermin.Terlihat menyedihkan,aku yg bersalah tapi seakan-akan orang lain yg salah…
===Fb(Flasback)===
“Ayu……aku akan lanjutin sekolah ku di Paris,aku mau lebih hebat dari almarhum ayahku”,ucap ku setelah meminum kopi,Ayu yg saat itu baru saja kan menyesap minumannya mengurungkan niatnya.
“a..apa?lalu bagai..bagaimana dengan hubungan kita?”,tnya Ayu dengan nada yg bergetar
“ya kita putus aja,longdistance Cuma ngerusak konsentrasi belajar kita”,ucap kupelan
“Pu..Putus?tapi apa harus putus?aku gak bisa Xing…”,kini air mata Ayu mulai jatuh perlahan dipipi chubby nya,ku hapus air matanya dengan tissue dn mulai berkata lagi
“Dear…aku harap kamu ngerti.Lagi pula kita kan gak berniat serius”,ucapku,namun ketika ku ucapkan kalimat terakhir tdi Ayu terlihat sangat terkejut
“oke,kamu benar apalagi kita baru menjalankan hubungan ini selama 2 tahun yah tidak serius”,ujar Ayu dengan senyum yg terlihat dipakskan begitupun ucapannya
===FB End===
Setelah kejadian itu aku gak ketemu lagi dengan Ayu,bahkan dy gak mengantarkan aku dibandara.Saat di Paris aku terus berfikir apakah keputusanku untuk putus adalah hal yg benar,apa aku benar-benar gak serius sama Ayu,atau aku siap melihat Ayu dengan orang lain.
Kini aku mendapatkan jawabannya,aku gak bisa menerima saat tau Ayu dengan orang lain…
Kringggggggggg,bel tanda masuk sudah berbunyi itu artinya aku harus menjadi dewasa dan mencoba agar teman-teman ku gak tau kalau aku terpukul saat tau Ayu mendapatkan cowo baru.
‪#‎Class‬
Aku berdiri didepan kelas bersama seorang guru wanita,aku menyumpahi diriku sendiri.Baru saja aku bermaksud agar gak sering2 ketemu sama Ayu,tapi apa nyatanya?aku sekelas dengannya
“Ya,silahkan kamu memperkankan diri.Ibu dengar kamu pindahan dari Paris,apa masih bisa berbahasa Indonesia?”,tnya guru itu padaku
“Tentu,aku disana masih menggunakan bahasa Indonesia jadi ibu gak perlu khawatir”,jwabku
“ohh ya sudah kamu perkenalkan diri yah”
“Aku Xing Hermina,pindahan dari Paris.Semoga aku tidk menyusahkan kalian dan mohon bantuannya”,aku memperkanal kan diriku
“Xing…duduk sama aku yah!”,teriak gdis gemuk berkuncir dua yg duduk di barisan ke 2
“gak!!Xing kamu duduk nya sama kau aja yah!!”,kini gadis modis berambut panjang tergerai yg berbicara
“Diam semuanya!!!”,teriak guru itu
“Xing,kamu duduk sma Andy aja yah”,ucap Guru itu padaku
“Iya bu”,setelah berkata begitu aku berjalan ke bangku pling belakang dan duduk bersama seorang laki-laki yg bernama Andy itu.Aku duduk dan menruh tas ku diatas meja.
“Hai”,sapa laki-laki itu
“ohh hai..”,jawabku
“Gw Andy Joe lo boleh panggil gw JJ”,dy memperkenalkan diri
|WHAT??Are You Serious?|_Dalem hati
“ahh ketua osis itu yah?”,tnya ku untuk memastikan
“lho?kok lo tau yah?”,dy malah blik nanya
|Ohh Man…this not good!!|
“oh yah?berarti pacar nya Ayu yah?”,tnya ku lgi seakan semua baik aja
“wahh lo kayak dukun yah,ahahaha”
“jadi bener yah?ahhaha”,gumamku lemah
“Lo kenal Ayu?sejak kapan?bukannya lo di Paris lama”
“emm gw temen dy pas di SMP”,jawabku pelan
“ohh begitu…”,ucapnya sambil tersenyum
Apa boleh gw jealous?apa mungkin?aku membutuhkan seseorang sekarang…
Adak ah yg bisa menghilangkan rasa sesak didadaku ini?adakah obatnya?kenapa?kenapa rasa nya aku gak bisa bernafas?Aku..aku merasa ingin mati… TT_TT
^jam Istirahat
‪#‎Taman‬
Taman ini sepi,juga tenang…
Aneh nya disini banyak pohon dan tanaman-tanaman tapi dadaku masih saja terasa sesak…
“Xing..”,panggil seseorang dgn suara yg sangat kurindukan
“ehh Ayu,kenapa gak kekantin”
“ahha kamu sendiri?kalo aku sih lagi gak mood”,jawabnya ceria
“Masih kayak dulu yah…”,kataku pelan
“ha?benarkah?emm apanya?”,tnya Ayu pelan lalu duduk disampingku
“kamu masih kayak dulu…”,jawabku
“Xing…kamu dri Paris kok ngomongnya jadi pelan terus yah?emm apa kamu sakit?dulu waktu kamu sakit kalo ngomong kamu selalu pelan”,tnya Ayu dengan nada khawatir,mendengar pertanyaan nya itu membuatku ingin bertemu Doraemon dan memintanya mengantarkan ku dengan MESIN WAKTU yg dy miliki.
“aku Cuma agak terasa sesak,entahlah…”,jawabku asal
“sesak?Jakarta memang penghasil polusi yg lumayan tapi masa ditaman gini kamu sesak sih?mau aku anter ke UKS?”,
“gak Ayu…oh iya yg duduk sama aku itu pacar kamu kan?”,tnya ku mengalihkn pembicaraan
“eh?i..iya”,jawbnya tertunduk
“Dy sopan…”,ucapku sembari melihat langit cerah
“iya…dan juga posesif”,gumam Ayu
“ng?apa?”,tnyaku
“ehh enggak kok…”,jawabnya cepat
“aku kangen kamu Ayu…”,ucapku
“eh?benrkah?aku juga!begitu pun dengan gank kamu [F]ame”,jawab Ayu
“begitu yah?aku harus balik kekelas sekarang…aku makin terasa sesak…”,aku pergi tanpa melihat wajah Ayu (Part 2)
#Class
Aku hanya duduk dan membantali kepalaku dengan kedua tangan yg kulipat diatas meja
“eh Xing,lo kok sendirian aja disini?”,tnya seseorang disampingku,aku menoleh
“ohh JJ,gapapa Cuma emm gak enak badan”,jawabku
“ohh mau ke UKS?”,
“enggak…gw Cuma butuh istirahat sebentar”,kataku pelan dan benar-benar pelan
“ohh……gw balik ke ruang osis yah,ada rapat lo gapapa kan sendiri?”,tnya nya
====
Waktu sudah menunjukan jam 12.30 siang,aku benci macet!Dan yg lebih parah adalah aku menyetir mobil sendiri tidak menggunakan supir pribadi..Arrrgghhh mama menyebalkan!Mandiri apa nya?
Kepala ku sakit,dadaku terasa sesak,kini?aku harus sabar dengan macet.Padahal pulang sekolah sudah dari jam 12.00 siang,aku terjebak macet selama 30 menit,berapa lama lagi aku akan sampai dirumah?.
Kepala ku sangat sakit dengan teriakan orang2 yg marah-marah dan klakson yg mulai menjerit-jerit,aku melihat kesamping kanan seperti orang yg kukenal.Kuturunkan kaca mobilku agar aku bisa melihat dengan jelas.
Ayu dan juga JJ sedang membicarakan sesuatu dan tertawa bahagia didalam mobil yg dikendarai JJ,dulu aku pernah melakukan hal itu.Tapi…
Skip…
“Mah…Xing pulang!!”,aku teriak dan langsung naik kekamar ku
‪#‎Kamar‬
Aku melompat keatas kasur lalu memejamkan mata ku sesaat…
Tetap sama,sesak…
Kenapa begini sih?
1 menit
2 menit
3 menit..
Lalu aku merasa ada sesuatu hangat dipipiku,aku memastikan dan menyentuh dengan telapak tangan ku,
“hah?a..air?”,gumamku
“gw nangis?”
KLEK…
“Xing…kamu udah pulang?”,tnya mama yg baru saja masuk kekamarku,secepat kilat ku hapus air mataku dan duduk di kasurku
“i..iya mah”,jawabku
“kamu kenapa?apa sakit?”,tnya mama khawatir
“enggak kok”
“tapi wajah mu pucat…ayo kita ke dokter”,ajak mama memaksa
“maa…please!Xing Cuma mau istirahat…”,Pintaku Lirih
“Pasti karna Ayu…yakan?”,tebakkan mama sangat tepat,kadang aku berfikir apa mama ku ini seorang cenayang?
“Ma..mama kotau sih?”,tnya ku gugup
“hufftt…dari kamu mau berangkat ke Paris yg kamu beratin itu kan Ayu,kamu nya juga nekat mutusin sih…”,jelas mama
“ohh begitu…”,ucap ku mengerti
“yaudah lah kamu istirahat aja,mama keluar yah ^^”,setelah mama keluardrikamarku aku pun tenggelam dalam mimpiindah dan melupakan sesaat rasa sesak didada ini
====
Matahari masuk diam-diam ke kamarku,membuat ku memaksa membukamata ini.Ku renggangkantubuh ini dan menguap lebar…
Selesai mandi aku langsung turun ke ruang makan yg sudah disapa oleh aroma masakan lezt buatan mama dan dibantu mbak Yem tentu nya
“Ma…aku makan duluan yah”,seru ku lalu menyiapkan piring dan memindahkan nasi goreng dari wadah yg besar kepiringku
“Lho kenapa?kamu kan gak kesiangan…”,tnya mama bingung
“aku…udah janji sama Alex,ada pertemuan buat pertandingan basket antar sekolah.Karna aku baru jadi harus daftar terlebih dahulu”,aku menjelaskanlalu kembali memakan nasi goreng ku
“yaudah..tapi makan nya pelan-pelan dong,nanti perut mu sakit!”,mama mengingatkan
“gak lah mah…Xing kan kuat!”,
#School
Saat Alex berceloteh disepan anak2 basket aku hanya bisa meringis pelan sambil memegangi perut ku,aku rasa ucapan mama itu gak boleh di hiraukan karna sekarang perut ku sakit,mungkin kaget kali yah?...
“Nah,Xing lo udah ngerti kan?”,tnya Alex tiba-tiba,dan semua orang yg ada disitu menoleh kearah ku.Dan aku Cuma bisa nyengir aja
“okey Xing,khusus buat lo gw jelasin secara privat..”,ucap Alex yg terlihat gemas
“hehhe thanks yah..”,kataku pelan
====
‪#‎Kantin‬
“Lo keterlaluan yah Xing,gw ngomong gak didengerin”,ucap Alex kesal
“emang Xing ngapain lo Lex?”,tnya Val sembari meminum colanya
“sorry…gw tadi pagi sarapan buru2 jadi perut gw sakit gitu bro!!”,sesal ku
“Yaelah Xing lo sih lebay,baru jam 6 lewat dikit pasti lo bilang telat”,sambung Xander
“wkwkwk bener banget bro!!”,Nc setuju
“ihh gw tuh Parno tau…”,aku membela diri
“hah?Porno?”,teriak Val kencang dan langsung saja mulut nya dibekap oleh Alex
“ssstttt…lo tuh pelanggan klinik THT yah?Parno bukan nya porno!!”,ujar ku pada Val yg masih dibekap oleh Alex
“Lex!!lepasin bekapan lo…kayak nya Val gak bisa nafas deh!”,kata Nc setelah melihat wajah Val yg mulai memucat,Alex pun sadar dan melepaskan tangan nya yg membekap mulut Val
Val menarik nafas lega…”Alex jahat!!!”,kata Val sambil memanyun kan mulut mungilnya
“Lagian lo juga sih!!kalongomong tuh kira2 kalo orang mikir yg enggak-enggak gimana?”,omel Alex kesal
“udahhh lo jadi pada berantem gini!!makan aja yuk!!”,Thom melerai Alex dan Val lalu memasukan bakso kedalam mulutnya
====
#Class
Ini jam pelajaran terakhir,mataku mulai berat….
“Xing!!”,panggil guru pria bertubuh besar dan berkumis lebat
“eh?I..iya pak”,saut ku
“apa kamu nge-ronda tadi malem?”,tnya guru itu
“yamasa iya cowo setampan Xing ngeronda,bapak kali…”,Bela Miscka cewe yg termasuk genit ke aku
“Miscka!!kamu ini yah…Xing cepat cuci muka mu!”,teriak guru itu
“ehh iya”,aku langsung melesat ke toilet dan membasuh wajah ku
====
Jam menunjukkan pukul 12.15 siang,itu artinya sekolah sudah selesai 15 menit yg lalu.Aku berjalan lesu menuju parkiran,membuka pintu mobil,masuk lalu duduk dikursi pengemudi.
Aku mendesah beberapakali…
Kenapa yah,semenjak aku datang ke Indonesia aku jadi lesu dan gak ceria.Aku masih diam didalam mobil dan memandang kosong…
Tok tok tok,kaca mobilku diketuk seseorang
Ku menoleh dan menurunkan kaca mobilku
“Kenapa?”,tnya ku datar
“gw nebeng dong Xing!!mobil gw ban nya bocor lagi dibawa ke bengkel sama orang suruhan dari rumah..”,pinta Thom penuh harap
“masuk aja …”,kataku
“thanks…”,seru Thom senang dan masuk kedalammobilku,duduk disamping kursi pengemudi
“Lo pasti sedih ya Xing?”
“yah…begitulah!walaupun ini berawal dari kesalahan gw tapi…”,kataku belum selesai,aku gak berniat menyelesaikanomongan ku.Terlalu sedih.
“Move On”,Ujar Thom membuat ku memutar kepala melihat wajah nya
“hah?mana bisa?”
“kenapa?ada orang yg bilang setelah kita putus dgn orang yg sangat kita cintai,nanti cinta kita buat orang baru dihati kita itu akan lebih besar”,terang Thompanjang kali lebar
“iya gw tau kok!tapi gak mudah Thom…”
“Coba aja dulu,kenalan gih sama adik gw yang baru pulang dari Jepang!!”
“eh?emang lo pnya adek?”,tnya ku bingung,aku sudah berteman dengan Thom sejak kelas 2 sd tapi gak tau tuh kalo Thom pnya adek
“Adek tiri,gw gak pernah cerita kesiapapun sebelum nya Cuma setelah 2 tahun ini gw mulai cerita ke [F]ame nah sekarang lo”,jelas Thom
“baru mau nerima yah?”,tnyaku sambil tersenyum jahil
“yoii,gw tertekan banget Xing…”,jujur Thom
“ahhahha boleh tuh,asal cantik yah…”,gurauku
“banget kali Xing,muka nya Jepang banget!!”,
“serius lo?wahahha berarti ngikutin nyokap tiri lo yah?”
“iyaa,mirip banget…”
“ahhaha up to you Thom”,seru ku lalu menginjak gas dan pergi dari parkiran sekolah(Part 3)
====
Sore yg indah dengan langit yg kemerahan,aku hanya tersenyum sambil melihat awan putih yg memudar…
“Xing,mau tambah teh nya?”,tnya mama,
Ya aku sedang menikmati sore hari dengan mamaku,minum teh dan juga sedikit cemilan…
“Ya mah,tolong yah…”,jawab ku ceria
“kayaknya kamu udah lebih baik setelah 2 minggu ya?”,ucap mama lalu menyesap teh hangat nya
“iya,aku mau mulai dari awal dan membuat nya gak sia-sia”,jawabku
“bgus kalogitu,mama juga udah cariin gadis baik yg sepantaran dengan kamu”,ucapan mama tadi membuatku tersentak
“a..apa?!mama gak bermaksud jodohin aku kan?ini tahun 2012 lho mah..”
“gak kok,Cuma perkenalan aja.Mungkin aja dy cocok sama kamu…”,jawab mama semangat
“ahhaha..begitu yah”,kataku hambar
“Xing…wake up!!kamu itu tampan,berbakat,pintar mana mungkin kamu terus menunggu mantan kamu yg udah pnya cowo?!”
“Xing ngerti mah…Xing kekamae yah”,aku berlalu,tidak percaya dengan hal yg dilakukan mama ku.Sungguh kekanakan.
#Kamar
Kenapa sih mama tuh kekanak-kanakan banget!!aku belum bisa lupainAyu…
Dan…kira-kira siapa yah yg mau dikenalinke aku?
Ah sabodo lha…
**Drrtt drrtt andai saja ku ingat dirimu disampingku Drrtt drrrt takkan pernah dapat tergantikan tempatku dalam hatimu drrtt drrtt,handphone ungu nan mungil ku bernyanyi kulihat ada nama “Thomas” dilayar itu lalu ku tekan tanda terima
===Via phone===
“ada apa Thom?”,tnya ku langsung yg sedang gak mood
“Xing!!!”,teriak Thom kencang membuat ku sedikit menjauhkan handhoneku dri telinga
“Apaan sih lo?teriak2 gitu!!”,bentak ku kesal
“sorry..sorry..oh iya lo inget gak waktu gw certain adek gw yg dari Jepang?”,tnya Thom tergesah-gesah
“emminget kenapaemang nya?”,aku balik bertanya
“Ohh Man…gw Cuma bercandaa waktu itu,tpi setelah tadi gw denger pembicaraan nyokap gw ditelfon katanya adek gw mau dijodoh-jodohingitu…”,jelas Thom
“terus?urusannya sama gw apa?”,tnyaku bingung
“yg dijodohin sama adek gw itu lo Xing Hermina!!!!!”,teriak Thom kencang
“hah?jadi maksud nyokap gw itu adek lo?”
“nyokap llo udah ngomong sama lo?hufftt gw sih oke aja,tapi lo gimana?”
“emm gw gak tau Thom,lit aja nanti deh…”,jawabku lemah
“oh ada satulagi!”
“apa?”
“adek gw bakal pindah satu sekolah sama kita dan dy adek kelas kita”,jawabThom
“ohh Gee….yaudah lah kita jalanin aja”,
“ohh okey!!udah dulu ya Xing takutnya nyokap gw denger bye..”
===setelah itu hubungan telfon pun ditutup===
Aku belum bisa percaya ini…
====
#School
Aku berjalan pelan…menunduk lesu
“kamu masih sakit yah?”,aku menoleh
“ehh enggak,akugak skit kok!!”,jawabku
“emm begitu yah”
“Ayu…sejak kapan kamu pacaran sama JJ?”,tny ku,aku merasa pertanyaan ini terasa sangat pahit
“kalo gak salah,2 minggu sebelum kamu datang”,jawab Ayu yg tampak sambil berfikir
“ohh…aku jahat yah?”,kataku tiba-tiba
“Xing..kok kamu ngomong gitu siih?”,bantak Ayu kesal
“aku kan egois!!maaf…”,sesal ku
“Xing,aku ngerti impian kamu itu sebabnya aku mau pas kamu pinta kita putus”,Ayu menenangkan ku
“benarkah?”,ucapku tidak percaya
====
Sedang asik-asik aku minum cola,ada orang yg bergelayut di bahu ku
“uhuk..uhukk..”,kuterbatukpelan
“ehh kakak gk kenapa2 kan?”,tnya nya khawatir
“heh!Lo gila yah?!gw lagi minum nih…”,bentak ku
“maaf…oh iya kak aku Nadia tapi kakak panggil aku Nana aja..”,dy memperkenalkan diri
“Nana?lo siapa sih?”
“ternyata kak Xing lebih tampan aslinya yah ^^,aku liat di hape kak Thom foto2 kakak itu keliatan imut tapi setelah ketemu tampan!!”,ujar nya tanpa menghiraukan pertanyaan
“Thom?lo itu adeknya Thom yg dari Jepang?”,tnya ku tidak percaya
“iya kak!!!”
“Manis”,gumamku pelan
“apa?ohh iya kak,kapan kita nge-date?”,tnya nya tanpa basa-basi
“heh dek!!lo tuh ganjen banget sih!!”,teriak Thomyg baru saja datang bersama [F]ame
“up to me dong!!”,jawab Nana sambil menjulurkan lidahnya
“gila Thom,adek lo agresif banget!”,ucap Alex tak percaya
“hahaha Nana sama Val aja dong!!”,pinta Val
“maaf ya kakak unyu,aku suka nya sama kakak Xing yg tampan”,tolak Nana
“wohooho kasian deh Val!!”,ejek Xander
“eh Xing gw kira lo masih suka sama Ayu,kok lo nerima perjodohan ini sih?”,tnya Nc bingung
“heh kak!!siapa bilang?orang kak Xing suka nya sama aku!!”,teriak Nana tidak terima
“yaelah biasa kali!galak banget sih!!”,jawab Nc
“Dek!jangan bikin mlu deh lo!!”,bentak Thom
“apaan si?!suka-suka gw dong…”
“ehh gw ke kelasyah”,pintaku
“aku ikut…”, Nana bergelayut manja dilenganku
“ihh apaan sih?!”,teriakku risih,sedangkan anak2 [F]ame Cuma geleng2 kepala
====
#Class
Aku duduk dibangkuku,Nana disebelahku masih bergelayut manja dilenganku.
“oh Ayolah Nana…”,ucapku benar2 risih
“Xing!!Ha ha(ibu) kita kan udah jodohin kita”,kata Nana setengah teriak,namun sialnya saat Nana mengucapkan kata terkhir Ayu sedang berjalan ke mejaku
“maaf…xing ini dari Bu Rose katanya buku kamu ketinggalan kemarin”,Ayu terlihat gelisah tapi,kenapa?
“makasih yah..”,aku mengambil buku dari tangan Ayu
“Hai kak!namu ku Nana!!aku pacarnya Xing lho…”Nana memperkenalkan diri pada Ayu
“Nana!!Apa-apa’an sih kamu?”,bentak ku kesal
“oh Xing,benarkah?selamat yah…”,ayu tersenyum
“A..Ayu,itu tidak benar..”,kataku tergagap
“Xing!aku akan bilang HaHa(ibu) ku kalau kamu menyakiti perasaan ku!!”,oceh Nana membuatku muak
“aku ke JJ dulu yah..”,pamit ayu lalu meninggalkan aku berdua dengan Nana
“Nana!!puas lo?!”,teriakku membuat Nana tersentak dan diam
“xi…xing?!apa kamu marah?”,tnya Nana pelan
Awalnya aku ingin bilang Ya tentu aja!!aku masih mencintainya!!tapi kamu membut ini lebih rumit!!
“gak kok,kamu gak balik kekelas?udah mau masuk lho!”,ucapku sopan dan membuat Nana kembali tersenyum
“Kalo gitu Koishii(sayang) aku balik kekelas yah!Bye…”,aku merasa tenang saat Nana pergi,tapi sedih saat ingat apa yg diucapkan Ayu
====
‪#‎Rumah‬
“Mama!!!!”,teriakku saat sampai didalam rumah
“iya,kenapa honey?!”,Tanya mama ceria
“bisakah mama mencarikan gadis yg NORMAL?!”,
“wah kamu pasti udah ketemu sama Nana yah?dy itu gadis yg ceria dan dy itu adik tiri nya temen kamu lho!!”,jawab mama semangat
“You Want Kill me?”,tnyaku lirih lalu duduk disofa dengan kasar
“what happened?pa mama melakukan hal yg membuat mu sedih?”
“mah….dy itu mm menyebal kan!!manja!!ihh gak suka!!”,teriakku frustasi
“ohh gee,mama minta maaf.Tapi itu bukan alasan untuk mencabut perjodohan ini”,kata mama sambil duduk disampingku
“hah?mah…tapi..tapi..xing..”
“gak ada tapi2 an!!”,ucap mama tegas,aku mendengus lalu pergi kekamar menutup pintu dengan kencang dan menghasilkan suara keras.
#Kamar
Aku merebahkan tubuh ini,aku benci hal yg membuatku tertekan…
God…can you help me?!
Drrt drrtt andai saja ku ingat drrtt drrtt dirimu disampingku drrt drrtt ddrtt takkan pernah dapat tergantikan tempatku dalam hatimu ddrrtt
==VIA PHONE==
“hmmm”,jawabku malas
“Xing?”
“iya,ini siapa?”
“ini mama nya Nana,”
“hah?ohh ada apa tante?”,tnya ku dengan suara yg kupaksakan terdengar ramah
“begini,mama kamu dan tante udah jadwallin waktu untuk kamu nge-date sama nana”’,kata mama Nana ceria
“apa?harus kah?’,tnyaku
“tentu saja Xing!bahkan mama kamu dan tante lagi nyari tanggal untukpertunangan kalian…”
“Tante,maaf kalau Xing lancang!!tapi xing masih mau sekolah!aku gak perduli tanter or mama mau marah sama aku!!”,teriakku kasar lalu menutuh telfon
====
Mama keterlaluan masa aku mau dinikahin?Crazy…
^Besoknya
‪#‎Resto‬
“hah?nyokap kita gila Xing!”,ucap Thom setelah aku selesai bercerita tentang percakapan ku dengan mamanya
“iya…mereka kan lebih dewasa dari kita,tapi kelakuannya kayak anak Tk”,tambah Alex yg memang dasarnya dewasa.
“harusnya Nana sama Val aja,gw dinikahinsekarang juga mau..”’,timpal Val yg kami anggap gurauan
“jadi lo nerima itu?”,tnya Xander
“enggak,sorry yah Thomtdi malem gw ngomong kasar ke nyokap lo”
“gappa,kalo gw jadi lo gw pasti ngelakuin halyg sama”,jawab Thommengerti
“Gimana sama Ayu?”,pertanyaan Nc membuatku teringat hari saat Nana kekelasku dan mengatakan bahwa kami pacaran
“entah..gw frustasi”
“Koishii……”,teriak Nana ceria pada ku
“ngapain lo kesini?”,tnya Thom galak
“apan sih lo?oh iya Xing aku denger kita mau tunangan yah?”
“Enggak,gw udah tolak itu…”,jawab ku datar,rupanya Val melihat aku dan Nana dengan tatapan sinis tapi aku tidak menyadarinya
“kok gitu..ahh jadi kamu mau kita pacaran dulu?”,tnya nya dengan wajah manja
“NANA!!berhentilah!!gw muak!!!”,bentakku membuat Nana dan [F]ame terkejut namunhanya diam saja
“xi..xing…”,gumam Nana lalu meneteskan air matanya
“ohh Nana..ma..maaf gw gak bermaksud”,ucapku merasa bersalah
“Xing…lo tuh laki2 bukan sih?bisa nya Cuma bikin cewe nangis doang”,kata Val dengan nada yg tidak bisa kutebak apa maksudnya
“ohh kemarilah…maaf yah..”,lalu Nana mendekat pada ku dan memelukku,awalnya aku ingin menolak tapi ingat Nana sedang menangis aku pun pasrah
“ehh Xing”,panggil seseorang
“JJ….”,gumamku pelan,lalu Nana melepaskan pelukkan nya
“kamu kenapa Nana?”,tnya Ayu yg ternyata datang bersama JJ
“enggak ko,”,jawab Nana sambil menggeleng pelan
“gw sama Ayu pengen Lunch karna kita ketemu boleh gabung?”,tnya JJ
“ya boleh ajaa..”,jawab Val yg membuat [F]ame melihat kearahnya.
Akhirnya kami makan bersama,[F]ame,JJ,Ayu,Nana.Aku ingin segera pergi,aku gak kuat melihat kemesraan antara JJ dan Ayu.
“emm gw boleh pulang duluan gak?”,tnya ku
“kenapa Xing?lo sakit?”,tnya Thom
“eng..enggak ko.Gw inget udah janji pergi sama nyokap”,jawabku bohong
“aku ikut yah..”,pinta Nana dengan matanya yg bengkak karna habis menangis tdi
“yaudah cepetan..”,
Aku dan Nana pun pergi dari sana lalu menuju rumahku
====
#Rumah(ruang tamu)
“gw ambilin minuman dulu,lo mau apa?”,tnyaku
“emm apa aja deh..”
“oh yaudah,gw kedapur yah”,baru saja aku ingin pergi kedapur tapi Nana memanggilku
“Xing,kamu sama Ayu pernah pnya hubungan special yah?”,tnya Nana tiba2
“gw kedapur…”,tanpa menjawab pertanyaan dari Nana aku kedapur untuk mengambil minuman
‪#‎Dapur‬
Kubuka pintu lemari es dan mengambil sebotol jus jeruk,lalu kutuangkan ke 2 gelas sedang
“hey Prince,katanya gak suka sama Nana”,kata mama yg membuatku terkejut
“mama,sejak kapan disini?”,
“oh ayolah Xing,kamu suka kan sama Nana?”,goda mama sambil memainkan alisnya
“mah!dy yg maksa untuk ikut kesini…”,teriakku untuk menegaskan
“emm maaf,toilet dimana yah?”,tnya Nana yg sedang berdiri didekat kami
“ya Tuhan,apa semua orang datang secara tiba2?”,gumamku
“dipintu coklat itu sayang…”,jawab mama sambil menunjuk pintu disekat dapur
“ohh terimakasih ya,permisi..”,ucapnya lalu masuk ketoilet
“ehh suka gak?”,tnya mama yg masih saja menggodaku
“up to you mom”,akupun kembali keruang tamu dan menunggu Nana kembali
====
Udah sebulan aku semenjak diIndonesia…
Dan 2 minggu aku kenal sama Nana,ya lebih tepatnya diganggu
#School
“Guys…pertandingan basket bentar lagi kan?”,tnya ku
“mmm,lo latihan yg rajin jangan bolos mulu!!”,jawab Alex
“iya..iya…”
“Xing…adek gw udah ngerengek2 minta tunangan tuhh”,Ujar Thom
“lo tau kan?”,aku malah bertanya
“gw bingung gimana ngomong nya”,ucap Thom sembari menggaruk kepala yg tidak gatal
“biar gw aja yg ngomong”
“yaiyalah..emang lo harus ngomong!!”,kata Val dengan nada ketus
“Val,lo tenang aja…gw bukan TMT”,jawabku lalu pergi meninggalkan teman-teman
=====
#Taman
“Xing,kamu mau ngomong apa?”,Tanya Nana dengan senyum lebar
“lo tau kan awal nya kita ketemu bukan kebetulan atau kita inginkan?”
“emm iya,kita dijodohin”,jawab Nana ceria
“dan lo juga ta kan gw gk suka sama lo?”,tnya ku lagi tapi sekarang Nana gak jawab jug gak berekspresi
“jadi yg pengen gw omongin adalah…”,kumarik nafas perlahan
“sebaiknya kit berteman,krna dari awal memang kita gak pnya hubungan apa2…jdi gw pengen kita jadi sahabat aja…”,pintaku,kini Nana menggeleng
“gw gak bisa maksaain perasaan gw Nana”,ku dengar isak pelan
“Nana,lo nangis?”
“Xi..Xing…gw harus pergi”,ucap Nana dengan nafas terengah-engah
“Naa…kita harus lurusin semuanya!!”,teriakku
“iya!!aku ngerti kok!!yg kamu suka itu Ayu!!bukan NADIA!!!”,kini Nana teriak sambil menagis,aku paling gak bisa liat cewe nangis tapi kini beda…
“Naa…”,panggilku
“Aku mau pergi!!”,ucapnya lalu berlari dari hadapan ku,aku berfikir apa Thom,mama,dan Haha(ibu) Nana bakal marah atau kecewa?.
Aku berjalan pelan…menendang botol yg tergeletak dijalanan…
“Aduhh”,pekik seseorang,aku kaget lalu mendekati arah suara itu
“Ayu..”,gumamku
“aduh Xing!!kamu bisa gak sih lembut sedikit?!”,omel Ayu sambil memegang kepalanya
“hehehe maaf…lho?Ayu kamu abis nangis?”,tnyaku sehabis melihat mata Ayu yg basah dan agak bengkak
“eng..enggak kok”,
“boong!!kamu kenapa Ayu?!”,desakku,betapa kaget nya aku ketika Ayu tiba2 bangun dan memelukku
“sebentar aja..bilang sama Nana sebentar aja..”,ucap Ayu sambil menangis
“A..Ayu?kamu kenapa?”,tnyaku khawatir
“hikz..i.itu JJ”,ucap nya susah payah,mungkin karna menangis.
Aku merindukan ini…merindukan pelukkannya,merindukan semuanya…
Adakah yg bisa memberi ku mesin waktu dan membawa kukembali kehari sebelum aku ke Paris dan menarik kata-kata ku untuk putus.
30 menit aku masih dalam keadaan berpelukkan,begitu punAyu…dy masih menangis…
Tapi kenapa?
Aku hanya diam,lalu Ayu melepas kan pelukkannya.Kulihat dy menghapus air mata dipipi nya
“Thanks ya Xing,Nana gak bakal marah kan?”,tnya Ayu
“lho?kenapa harus marah?”,aku malah balik bertanya
“ahaha dy kan pacar kamu Xing..”,ucap Ayu sambil tertawa
“bukan kok..”,jawabku tegas
“hah?aku gak ngerti”
“Aku nunggu kamu Ayu”,kataku jujur
“ehh?emm Xing aku balik sekarang yah..”,dy mengambil tas yg ditaruh nya dibangku yg tadi dy duduki
“kamu gak kangen sama aku?”,tnya ku lemah
“aku gak mau orang mikir aku cewe gak bener..”,ujar Ayu pelan lalu pergi
Cewe gak bener?apa maksudnya?aku gak ngerti dehh…
Aku masih bingung dan hanya bisa berdiri ditempat yg sama…
“Heh!!lo bilang lo bakal ngurus semua kan?tpi nyata nya apa?!”,teriak Val penuh emosi
“Val,maksud lo apa sih?”,tnya ku yg memang tidak mengerti
“haha,benarkah?lo udah nolak Nana dan lo langsung pelukkan sma Ayu yg jelas2 pnya cowo?lo terlalu tau gak??!!”,bentak Val kasar
“Nana nangis emang salah gw,tapi kalo Ayu meluk gw tadi itu kejadian gak terduga!!”,teriak ku yg mulai kesal
“Gw gak yakin lo tuh cowo!!bisa nya Cuma nyakitin cewe!!”,sergah Val dan langsung meninggalkan ku.
====
#Kamar
Kenapa?kenapa semua orang teriak ke aku?apa salah aku?gak bisakkah bicarakan baik-baik…
Dan kenapa semua orang ninggalin aku begitu aja?....
KLEK
“Mama denger kamu nolak Nana”,ucap mama langsung setelah masuk kamarku
“iya..”,jawabku singkat
“kamu ini gimana?maksud kamu apa?malu-malu mama aja kamu!!”,teriak mama
“Mah!!cukup hari ini orang berteriak ke Xing!!harus nya mama ingat dari awal xing nolak perjodohan ini!!”,jawabku frustasi
“mma gak mau tau,kelas 3 nanti kamu teruskan sekolah mu di Jepang!!!”
“Tapi mah….”
“Terserah kamu mau nangis atau memohon mama akan sekolahkan kamu ke Jepang!!”,satu kali lagi,setelah orang2 puas meneriaki aku lalu mereka meninggalkan ku.
Saat mama memerintah itu artinya gak stu orang pun bisa menolak TT_TT.
Bolehkah aku meminta mesin waktu?bisakah?aku membutuhkannya…
Hanya satu kali perjalanan,ke hari sebelum aku ke Paris.
Hari yg mengawali ini semua…
====
^Besoknya
#Kantin(aku dan Alex)
“Terus lo mau gimana?”
“gw gak tau Lex,gw udah pasrah aja…”,jawabku lemah
“sabar Xing,ini cobaan…tapi ini belum berakhir lo masih bisa memperbaikki nya”,smbung Alex
“hah?maksud lo?”,tnya ku
“gw denger JJ itu selingkuh sama wakil ketua osis gitu,nah gw denger juga Ayu itu nangis gara2itu…”,jawab Alex antusias
“Really?”,gumamku
Jadi maksudnya cewe gak bener itu,Ayu baru putus dan deket sama gw?dy takut orang2 ngira dy sama kayak JJ?tapi…
“Dan satu lagi Xing…”,ucap Alex belum selesai
“mm apa?”
“Dy masih nunggu lo,dari hari lo mutusin dy…emang dy pacaran sama JJ,itu karna dy nyoba buat lupain lo,ya walau kenyataan nya gak bisa..”,lanjut Alex yg membuat ku tak percaya
“benarkah?ta..tapi kenapa dy nangis pas tau JJ selingkuh?”,
“gw nanya ini langsung sama Ayu,dy bilang…”
===FB(Flasback)===
“Tadi aku meluk Xing…”,ucap Ayu lemah
“lho?kenapa?”,tnya Alex
“iya…Aku mergokkin JJ selingkuh,walau aku gak suka sama dy tapi aku tetap gak bisa terima ini”,jawab Ayu dengan tangan mengepal tanda menahan amarah
“Aku masih nunggu Xing,meski itu harus 5 tahun atau lebih….meski dy udah sama Nana”,lanjut Ayu tegas
“Ayu,ada yg perlu lo ketauhi,Nana emang suka sama Xing,tapi Xing enggak.Dan mereka gak pernah pacaran…”,Ujar Alex
“tapi..”
“udah lah…lo percaya aja,cz Xing juga masih sayang kok sama lo”,Alex berkata sambil tersenyum
===FB End===
“Nah…dari situ gw yakin,kalau lo sama Ayu msih SSS”,kata Alex ceria
“SSS?”
“iya Sama Sama Suka…”,jawab Alex sambil tertawa kecil
“ahahha,lo gak boong kan?”,aku mencoba meyakinkan
“lo piker gw bakal boong sama lo?”
“Enggak!!Thanks ya Lex”,ucap ku lalu berlari menjauh dari kantin
“Heh!!Xing lo mau kemana??!!”,teriak Alex yg tidak kujawab
Aku berlari,terus mencari…meyakinkan diri bahwa tidak perlu menggunakan Mesin Waktu
Tapi menggunakan waktu yg ada…
Lalu kulihat dy berdiri bersama teman-temannya sedang tertawa dan mengobrolkan sesuatu…
“Xi..Xing?”,gumam Ayu setelah melihat ku berkeringat dan nafas yg terengah-engah
“Ayu,kamu mau nunggu aku kan?Cuma 2 tahun kok..aku janji!!”,kata ku langsung
“nunggu buat apa Xing?”,tnya Ayu tidak mengerti
“Aku tau kamu masih suka kan sama aku?bisakah kita mengulang semuanya dari awal?”,pintaku dengan nafas yg masih belum teratur
“wo..wo..wo..sebentar masih suka?emang sebelum nya lo pnya hubungan apa sama Xing?”,teman Ayu yg ada disitu mencoba menyelidikki
“emm ini..”,Ayu mencoba menjelaskan
“Bagaimana?”,tnyaku
“emang kamu mau kemana Xing?”,Ayu malah bertanya balik
“aku..aku bakal lanjutin kelas 3 ku di Jepang juga kuliah ku disana…”,jawabku mulai tenang
“je..Jepang?”
“tenang kali ini kita bisa longdistance kan?”,Kulihat Ayu terkejut tapi aku gak mau menyia-nyiakan waktu aku akan memperbaikki ini sebelum hacur tak berbekas
“Bukannya kamu…”
“Ayolah Ayu,kamu Cuma harus ngomong ‘bisa atau enggak’..”,potongku
“Baiklah..baiklah..emm kasih tau gak yah?”,goda Ayu dengan wajah seakan berfikir
“aku akan pergi…”,ambekku
“ahahha iya..iya…emm aku bisa Long Distance,tapi kalau sampai 2 tahun gak ada kabar aku bakal nyusul kamu ke Jepang!!”,kata Ayu tegas,jawaban Ayu membuatku spontan memeluknya di depan banyak murid [Woww..mau dong dipeluk.. ^abaikan Author]
“Xi..xing!!orang2 liatin kita..”,bisik Ayu ditelingaku
“gapapa,biar orang tau kalau kita udah balikkan…”,jawabku dengan nada keras
“apaan sih kamu!!”,Ayu mencoba melepaskan pelukkan ku tapi aku gak membiarkannya,aku akan membuat ini sebagai bayaran rasa kangen ku selama 3 tahun lebih kiki emotikon
===
Author POV
Nana menangis dibelakang sekolah,dy menangis setelah melihat Xing mengatakan hal yg tidak pernah dy duga pada Ayu.
“Kamu gak apa2 Na?”,tnya seseorang disamping Nana,suara nya terdengar khawatir
“Va..Val?”,gumam Nana,Val mengapus dengan lembut air mata yg ada dipipi Nana dengan sapu tangannya
“Aku bisa lebih baik dari pada Xing,aku juga gak bakal bikin kamu nangis kayak gini..”,ujar Val yg membuat Nana bingung
“nan anata no shikou val?(apa maksud kamu Val?)”,Tanya Nana dengan sedikit terisak
“Aishiteru Nana(Aku mencintai mu Nana)”,Val menyatakan cinta nya lalu memeluk Nana
“Watashi mo anata o aishite(Aku juga mencintaimu)”,jawab Nana yg tidak disangka oleh Val
====
So guys..gapapa kalau Tuhan belum memberikan anugrah untuk manusia membuat “MesinWaktu”,tapi kita bisa menggunakan waktu kita sebaik mungkin,kita juga harus belajar agar berfikir matang sebelum mengambil suatu keputusaan…
Dan.. Nothing is impossible ^^
Start the day with a smile and spirit
====The End====

By:Putri_Rafika 




iklan

 

Copyright © Your Knowledge Warehouse. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com